judul : Kura-kura mau jadi kupu-kupu
subJudul : Kura-kura mau jadi kupu-kupu
Kura-kura mau jadi kupu-kupu
Melihat si anak burung pipit bisa
terbang membuat Si kura-kura berteriak kegirangan. Dia mengira si burung pipit
bisa terbang karena menjalankan perintahnya.
“Horeee...hore...bagus..bagus..”
teriaknya. “Akhirnya dengan petunjukku
kamu bisa terbang, kawan.”
Si burung pipit tersenyum. “Apa? Dengan
petunjukmu?” kata anak si burung pipit. “Ternyata semua teorimu tidak masuk
akal. Teori itu membuat aku senantiasa gagal terbang. Ternyata teori tidak sama
dengan prakteknya, kawan.”
“Tapi...kenyataannya kamu bisa terbang
khan?” kata kura-kura.
“Benar, tetapi aku menggunakan
kemampuanku sendiri dan tidak menggunakan teorimu,” bantah anak si burung
pipit. “Dadaaaa...selamat tinggal, kawan...kalau kamu ngotot dengan kebenaran
teori itu silahkan praktekkan untuk dirimu sendiri dulu baru mengajari temanmu
yang lain.” Kata anak si burung pipit sambil terbang jauh meninggalkan
kura-kura sendirian.
Si kura-kura terdiam. Lama dia
merenungkan kata-kata anak si burung pipit. “Baik, aku akan mempraktekkan teori
ini dahulu baru aku akan menjadi guru terbang yang terkenal,” kata si kura-kura
malam itu. “Tapi bagaimana bisa melakukannya? Aku khan tidak mempunyai sayap?
Lalu bagaimana aku bisa mendapatkan sayap?”
Tiba-tiba di balik pohon tempat dia bersandar
ada beberapa buah kepompong yang senantiasa bergerak-gerak. Sikura-kura terus
memperhatikannya. Dan tidak lama kemudian dari masing-masing kepompong
keluarlah si kupu-kupu sambil mengepak-kepakkan sayapnya. Lalu, mereka satu
persatu terbang menjauh.
“Wow, akhirnya aku dapat ide. Aku mau
mencoba mendapatkan sayap juga ah. Kalau aku bisa masuk ke dalam kepompong ini
aku akan bisa terbang juga. Tidak seperti diriku yang seperti sekarang.” pikir
si kura-kura. Lalu ia berjalan menghampiri kepompong yang telah ditinggalkan
kupu-kupu. Tidak lama kemudian, ia menutupi kepalanya dengan rumah kepompong.
Selanjutnya ia duduk di bawah pohon sambil menunggu datangnya sayap seperti
yang dimiliki si kupu-kupu.
Berhari-hari si kura-kura menunggu datangnya
sayap namun tidak kunjung datang juga. Bahkan dia rela menahan lapar dan haus
demi mendapatkan sayap seperti kupu-kupu. Semakin hari tubuhnya lemah dan
lemas. Lalu pingsan.
Di kejauhan, beberapa hewan tertawa
terbahak-bahak melihat ulah si kura-kura.
“Untuk apa kamu menyiksa diri seperti
itu, kawan?” tanya si Kancil.
“Diam, kamu Cil jangan mengganggu aku
bertapa!” bentak si kura-kura.
“Bertapa?! Untuk mendapatkan sepasang
sayap seperti kupu-kupu?” jawab si Kancil. Betapa terkejut si kura-kura
ternyata si kancil mengetahui maksudnya. “ Sungguh sia-sia kamu melakukan itu.
Sampai kiamat pun kamu tidak akan mendapatkannya”
“Jangan menggurui aku, cil...aku sudah
menyaksikannya kalau kita bisa masuk rumah kepompong ini maka kita akan diberi sepasang sayap seperti kupu-kupu.”
“Sungguh bodoh kamu, kura-kura!
Banyaklah membaca buku agar kamu tidak semakin bodoh! Dengan banyak membaca
buku maka wawasanmu akan semakin luas dan kamu tidak mudah dibodohi
teman-temanmu” kata si kancil. “Si kupu-kupu bisa mempunyai sayap memang
sunatullahnya seperti itu. Nah, hewan lain tidak bisa melakukannya.”
“Tapi aku ingin membuktikan teori
terbang yang ada di dalam buku ini. Aku malu kalau dikatakan aku cuma bisa
berteori saja tanpa bisa mempraktekkannya. Nah, untuk bisa mempraktekannya khan
aku harus memiliki sayap.”
“Hahahahaha...bisa saja kamu dibodohi
anak si burung pipit.” Kata si kancil. “Memang sebaiknya begitu...tapi setiap
hewan memiliki kemampuan yang berbeda. Setiap hewan memiliki cara hidup yang
berbeda. Dan semua memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Nah, itulah fungsinya
kalau kamu banyak wawasan dengan banyak membaca. Wawasanmu tidak sempit dan
picik sehingga mudah terombang-ambing pendapat teman-temanmu.”
Dijelaskan si kancil juga bahwa
selamanya tidak mungkin kura-kura akan menjadi kupu-kupu sebab semua sudah
diatur oleh Allah swt. Lebih baik mensyukuri apa yang kita miliki. Jangan
berusaha ingin meraih apa-apa yang telah dimiliki teman kita. Akhirnya si
kura-kura sadar dan mengakui kekhilafannya. Kini dia mulai mencoba mensyukuiri
apa yang telah dimiliki sambil mulai mencoba meningkatkan wawasan hidup dengan
banyak-banyak membaca buku agar dirinya tidak bodoh serta mudah dibodohi teman.
Demikianlah Artikel Kura-kura mau jadi kupu-kupu
Sekian dongeng dari saya Kura-kura mau jadi kupu-kupu, mudah-mudahan bisa menghibur dan memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan dongeng kali ini.
0 Response to "Kura-kura mau jadi kupu-kupu"
Post a Comment